PERAN DIGITAL LEADERSHIP DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

admin 24 September 2019 351
PERAN DIGITAL LEADERSHIP DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

Bogor - Selasa (24/9/2019) Dalam acara Diklatpim 4 di Kemang - Bogor Bapak Kepala Badan BPSDM Kemendagri Drs. H. Teguh Setyabudi, M.Pd memberikan sambutan. Dalam sambutannya beliau menjelaskan “ Terlepas dari kita bekerja di Dukcapil, Pemdes, Kemendagri, BNPP. dan sebagainya kita adalah Pejabat Pegawai NKRI, kita adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi tolong dimanapun kita bekerja, kita harus sadar kita tanggung jawab kerja tidak hanya di meja kita masing-masing atau dipusat masing-masing atau di komponen masing-masing tapi tanggung jawab kita adalah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia juga yang sangat besar ini yang terdiri dari 542 daerah otonom yang terdiri dari 34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota dan 17.000 pulau lebih serta berbagai agama yang berbeda dan itu semua sangatlah luar biasa dan Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Mari kita jaga terkait masalah ke Bhinekaan Tunggal Ika itu.” Apalagi Indonesia sekarang sedang mengalami ujian. Era sekarang ini harus tau bagaimana implementasinya untuk menghadapi masalah yang sangat luar biasa. Masyarakat sudah makin terdidik, persaingan yang luar biasa, krisis, radikalisme, terorisme dan isu lain yang luar biasa, ini pastinya kita semua punya masalah yang tidak bisa kita prediksi. Oleh karena itu mari kita sama-sama dan janganlah senantiasa berfikir secara linear, monoton, rutin, dan sebagainya kita harus ada inovasi. Negara kita juga butuh evaluasi dan inovasi, tapi untuk melakukan inovasi tidaklah mudah. Jangankan untuk inovasi untuk berubah saja itu sudah luar biasa. Ini adalah tantangan terbesar untuk kita semua dan saya yakin pastinya kalian menyiapkan profer-profer dan saya harapkan profer itu dijadikan utama walaupun itu tidaklah mudah untuk mewujudkannya. Dan sekali lagi yaitu merubah mindset kita. Saya yakin jika pola pikir kita masih terbelakang seperti ini kita akan tertindas. Apalagi di era ini banyak hal-hal yang tidak terduga jadi janganlah terlalu lama merubah pola pikir kita agar tidak terlindas.  

“Kemudian mengingatkan kembali, pada waktu saya masuk Depdagri September tahun 1991. Kemudian saya datang dan ikut melalui prosedural penerimaan pegawai. Dan pada waktu itu saya yakin PNS adalah jalan hidup saya dan pilihan hidup saya. Maka jika kalau sudah pilihan hidup kita, tolonglah kita harus benar-benar mempunyai karakter, jiwa seorang abdi negara (PNS) yang sekarang sudah jauh berbeda. Tapi walaupun sudah ada perubahan tapi kita masih punya karakter jadi tolonglah bagaiamana kita sebagai anggota Korpri, bagaiamana sosok  PNS yang diharapkan dan lain sebagaianya itu semua harus siap” tambahnya.

Kita harapkan marilah meraih kesuksesan dan karir bahwa sukses kita bukan dilihat dari jabatan/pangkat kita, tapi kita bekerja mampu mengoptimalkan kompetensi-kompetensi kita, apa yang kita kontribusikan untuk negara kita, kemudian kita lakukan dengan aman dan selamat tapi tidak hanya di dalam pekerjaan/tugas tetapi bahkan setelas pasca/purna kita tidak akan kena masalah lain dan itu harus sukses.