BERITA BPSDM

BPSDM Kemendagri dan KAS Jerman Gelar Diklat Inovasi untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

BPSDM Kemendagri dan KAS Jerman Gelar Diklat Inovasi untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman Perwakilan Indonesia dan Timor Leste gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Strategi Pengembangan Inovasi Daerah Berbasis Sektor Unggulan Wilayah di Hotel Mercure Batavia pada Senin (29/7/2024).

Diklat ini bertujuan untuk mendorong peserta meningkatkan kinerja dan tata kelola daerah serta daya saing melalui inovasi yang berkesinambungan. Acara ini dibuka oleh Direktur KAS Jerman Perwakilan Indonesia dan Timor Leste, Denis Suarsana. Dalam sambutannya, Denis menyatakan, "Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin antara BPSDM dan KAS karena kerjasama yang telah terbukti berhasil. Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti kemiskinan, yang memerlukan solusi inovatif. Dengan adanya pemilihan presiden dan pilkada di seluruh provinsi, banyak administrasi lokal yang baru dan usulan kebijakan yang harus dihadapi. 

“Temukan cara inovatif untuk melaksanakan usulan ini untukmendapatkan inspirasi dan banyak pembelajaran dari kegiatan ini untuk diterapkan dalam pekerjaan pada unit kerja masing-masing", ungkap Denis.

Selanjutnya, sambutan pembukaan disampaikan oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono. Sugeng menekankan, "Kerja sama ini telah berkelanjutan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pada bab mengenai inovasi daerah. Indonesia saat ini berada di posisi ke-6 dari 11 negara ASEAN dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencerminkan pendidikan, kerja, dan pembangunan. Ironisnya, kita mengekspor minyak mentah namun mengimpor bahan baku untuk mobil listrik, serta BBM siap pakai dari Singapura”.

“Inovasi adalah kunci untuk meningkatkan SDM dan mendorong pengembangan komoditi. Inovasi merupakan roh dari otonomi daerah dan sangat penting untuk pengaturan dan pengelolaan tata kelola daerah”, ditegaskan oleh Sugeng.

Sugeng menambahkan, "Pemerintah Daerah harus mendorong inovasi karena itulah inti dari kemajuan daerah. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Terpilih, Prabowo, bahwa SDM yang kreatif dan inovatif adalah kunci. Kita dapat banyak belajar dari inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja daerah."

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif yang bermanfaat bagi pengembangan daerah serta meningkatkan daya saing dan tata kelola yang efektif.

Penulis :Silvany Dianita Pranata Humas Ahli Muda BPSDM Kemendagri