Jakarta – The Habibie Center, bekerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman perwakilan Indonesia dan Timor Leste, mengadakan acara Dialog Demokrasi pada Rabu (31/7/2024) di Jakarta. Tema acara kali ini adalah “Peta Politik dan Tantangan Pembangunan Indonesia Pasca Pemilihan Umum 2024.”
Dialog ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan peta politik terhadap pembangunan nasional dan mendiskusikan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menguatkan aspek pembangunan di masa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Dalam acara ini, Andrinof Chaniago, Dosen Universitas Indonesia; Amalia Adininggar, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas; dan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional periode 2019-2021, menjadi narasumber.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Sugeng Hariyono, hadir sebagai pembicara kunci. Dalam pidato pembukaannya, Sugeng menegaskan pentingnya memahami pemilu dan pemilukada serentak sebagai instrumen untuk mewujudkan tujuan dan visi pembangunan. “Kita harus mengaitkan setiap sistem dan perencanaan dalam visi RPJMN dan RPJMD, sesuai dengan arahan UUD 45 alinea keempat. Visi tersebut bukan hanya jargon, tetapi harus diwujudkan dalam indikator kinerja,” ujarnya.
Sugeng juga menekankan bahwa BPSDM Kemendagri berperan penting dalam sinergi perencanaan dan penganggaran melalui berbagai diklat. “Kami akan menuntaskan orientasi pendalaman tugas bagi anggota DPRD provinsi dan memasukkan pelatihan orientasi pemerintahan daerah untuk kepala daerah. Ini penting agar pemilu dan pemilukada bermuara pada visi dan misi yang jelas serta terawasi dengan baik.”
Dialog Demokrasi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai dampak demokrasi dalam konsolidasi dan perbaikan sistem demokrasi ke depan.
Penulis :Silvany Dianita Pranata Humas Ahli Muda BPSDM Kemendagri