Jakarta, 3 November 2025 – Dalam rangka memperkuat tata kelola
pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri kembali
menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pemerintah
daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta
Selatan, ini mencakup Diklat Manajemen Risiko Angkatan III, IV, & V serta Diklat
Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Angkatan I
& II, yang resmi dibuka pada Senin, 3 November 2025.
Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Sugeng Hariyono, M.Pd,
menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur daerah dalam bidang
manajemen risiko dan evaluasi kinerja guna mewujudkan pemerintahan yang adaptif
dan berintegritas.
“Pemerintah daerah harus mampu mengantisipasi potensi risiko dalam
pelaksanaan program, sekaligus memastikan hasil kinerjanya terukur dan
memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui dua diklat ini, kita berharap
peserta dapat memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan
kualitas implementasi SAKIP di instansinya masing-masing,” ujarnya.
Adapun materi Diklat Manajemen Risiko mencakup identifikasi dan analisis
risiko, penyusunan mitigasi risiko, serta penerapan kerangka kerja manajemen
risiko di sektor publik. Sementara Diklat Evaluasi SAKIP berfokus pada
peningkatan pemahaman peserta terhadap siklus manajemen kinerja pemerintah,
mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan, hingga strategi peningkatan
nilai SAKIP di daerah.
Melalui penyelenggaraan kedua diklat ini, BPSDM Kemendagri menegaskan
komitmennya sebagai center of excellence dalam pengembangan kompetensi aparatur
pemerintah daerah, guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan,
akuntabel, dan berorientasi hasil (result-oriented government).
