Kemendagri dorong percepatan
pertumbuhan ekonomi daerah menuju target 8 persen. Kementerian Dalam Negeri
meminta Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah tidak hanya
mengumpulkan data, tetapi juga mengidentifikasi akar masalah ekonomi dan memastikan
solusi yang tepat bagi setiap daerah. Setiap daerah memiliki potensi dan
tantangan yang berbeda. Karena itu, strategi pertumbuhan ekonomi harus
disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Sejumlah langkah konkret
menjadi perhatian, mulai dari percepatan realisasi APBD dan APBN, pengendalian
harga bahan pokok, peningkatan produksi sektor pertanian, perikanan dan
peternakan, penguatan industri manufaktur, perluasan kesempatan kerja, hingga
kemudahan perizinan usaha. Kemendagri juga menekankan pentingnya sinergi dengan
Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan kebijakan dan intervensi ekonomi
daerah berbasis data yang akurat.
Tujuan akhirnya bukan sekadar
pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang mampu menciptakan
investasi, lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong
kesejahteraan.
