BPSDM KEMENDAGRI DORONG LATSAR CPNS KEMBANGKAN KEMAMPUAN DI ERA REVOLUSI 4.0

YDT 20 September 2021 429
BPSDM KEMENDAGRI DORONG LATSAR CPNS KEMBANGKAN KEMAMPUAN DI ERA REVOLUSI 4.0

Jakarta - Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri Teguh Setyabudi mendorong peserta latsar (latihan dasar) yang berhasil lolos penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat mengembangkan kemampuan diri dalam melaksanakan tugas di era revolusi 4.0. Pesatnya perkembangan teknologi secara global menekankan pola digital, semua pekerjaan serba cepat dan terbuka.  

Pelatihan Dasar CPNS dan Pembelajaran Klasikal bagi Formasi Umum ini merupakan Gelombang V Golongan II Angkatan X s/d XIII dan Golongan III Angkatan XXXI s/d XXXVI serta Fasilitasi Kabupaten Kediri Golongan III Angkatan X s/d XII TA. 2021 yang dilaksanakan secara virtual. 

”Kita semua menghadapi tantangan tersebut. Oleh sebab itu kita perlu mengembangkan potensi dan kemampuan sesuai dengan perkembangan dunia digital agar tidak tertinggal. Sekaligus membuktikan bahwa ASN mampu menjawab tantangan zaman,” kata Teguh Setyabudi dalam sambutannya pada Senin, 20 September 2021.  

Menurut Teguh, perubahan dan berubah adalah suatu hal yang bergandengan tidak dapat dipisahkan. Artinya di mana ada perubahan pasti ada yang berubah. 

Terlebih lagi, perubahan yang dimaksud terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya, sebab dihadapkan dengan adanya hantu pandemi Covid-19 di seluruh belahan dunia. Hampir semua struktur anggaran dan kegiatan dirubah, center of view tidak lagi dilaksanakan secara konvensional, melainkan digital.  

Untuk menjawab tantangan itu, diperlukan desain diklat yang tepat dan terukur bagi PNS muda sebagai awal pembentukan karakter dan kompetensi sesuai tuntutan jabatannya. 

Teguh menyebut bahwa mulai tahun 2021, penyelenggaraan kegiatan latsar (latihan dasar) CPNS dilaksanakan berbeda dengan latsar CPNS 2019.  

“Dulu konsep pelaksanaan latsar dilakukan dengan metode klasikal atau tatap muka selama 21 hari di asrama. Namun dikarenakan adanya pandemi, maka pembelajaran latsar CPNS tahun ini diselenggarakan dengan metode blended learning. Yaitu mengkombinasikan antara desain pembelajaran secara MOOC/belajar secara mandiri, distance learning secara virtual,” ujarnya. 

Di sisi lain Teguh menyinggung  pelaksanaan latsar Calon PNS merupakan representasi penerapan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. 

Pasal 63 secara tegas disebutkan bahwa setiap PNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab. 

Pria yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara tersebut melanjutkan, pelaksanaan teknis kegiatan Pelatihan Dasar CPNS ini adalah Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang latsar CPNS ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. 

Teguh juga mengatakan, pada saat peserta latsar CPNS ditetapkan sebagai ASN, maka ASN tersebut bertanggung jawab penuh untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan secara profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menyelenggarakan pelayanan publik yang prima. 

“Menjadi ASN tidak hanya bekerja secara normal, namun harus peka, tanggap dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis nasional, regional maupun global,” ungkap Teguh.