Jakarta - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengaku, banyak pemulung data kependudukan atau pihak tak bertanggung jawab yang bersembunyi dibalik situs-situs online.
Dewasa ini, hampir semua kebutuhan manusia diperoleh melalui teknologi digital.
Salah satu fenomena yang tengah marak belakangan ini adalah mengunggah foto dokumen kependudukan, seperti KTP-el, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran ke platform jual beli online.
Hal tersebut diharapkan dapat diverifikasi oleh media online tempat transaksi jual beli. Namun, justru kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab demi keuntungan semata.
"Banyak pemain dengan konsep jual beli online, ini sangat rentan terjadi tindak kejahatan oleh ‘Pemulung Data’. Yang sangat sering terjadi disalahgunakan untuk sewa kendaraan. Fotonya benar tapi pakai nama orang lain," kata Prof Zudan dalam acara podcast Bikin Bangga Indonesia yang diselenggarakan BPSDM Kemendagri, Kamis, 20 Januari 2022.
Zudan mengaku, tidak semua platform digital itu membahayakan penggunanya. Tapi, tak ada salahnya masyarakat agar lebih selektif dalam memilih platform yang aman dan terpercaya.
Guna meminimalisir kejahatan tersebut, pada 2022 ini, Pemerintah dalam hal ini Dukcapil membuat gebrakan baru yaitu akan diterbitkan KTP digital.
Namun, Zudah meminta agar masyarakat merapikan terlebih dahulu data pribadi seperti KTP el, KK, dan Ijazah. Karena masih banyak data yang berbeda-beda padahal orangnya sama.
"Menuju satu data atau data kependudukan harus satu. Kalau data satu orang berbeda, bisa jadi palsu," ujar dia.
Inisiatif Dukcapil terkait KTP digital tersebut tengah dilakukan uji coba kepada internal dukcapil yang ada di Kabupaten/ Kota.
"Rencananya pada April atau Mei 2022, era KTP digital akan segera diterapkan," ungkapnya.
Menurutnya, cara kerja dan pembuatan KTP digital sama persis dengan pembukaan rekening bank online melalui handphone. Sehingga, masyarakat tak perlu lagi datang ke Kantor Dukcapil.
Bagi generasi milenial, hal ini akan mudah dipahami. Sedangkan, bagi yang tertinggal akan diberi bimbingan secara bertahap dari petugas di setiap daerah.
"Kabar baiknya, besok Negara kita akan sangat hemat," kata Zudan.
Lalu bagaimana keamanan KTP digital bilamana handphone hilang, begini jawaban Zudan.
"Keamanan berlapis kalau HP hilang. Seperti harus memasukan NIK, Pin, Foto Wajah dipastikan orangnya benar, dan tandatangan digitalnya," katanya.
Selain teknologi yang berkembang pesat, Zudan juga mendorong agar para Aparaturnya mengikuti perkembangan zaman.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi yang hadir dalam podcast menyampaikan, pihaknya turut mendukung langkah baik Dukcapil.
Di era transformasi digital seperti saat ini, kata Teguh, semua pemimpin dan staf Aparatur khususnya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dituntut memiliki kemampuan untuk menjadi seorang kepemimpinan digital (Digital Leadership).
Penyesuaian kerja yang fleksibel, diharapkan menjadi salah satu manifestasi dalam proses terwujudnya birokrasi kelas dunia 4.0 yakni SDM itu sendiri. (Penulis: VIA)